SISTEM
OPERASI
1.
BOOTING PADA LINUX
1.1
BIOS: Basic Input/Output System merupakan interface level paling
bawah yang menghubungkan antara komputer dan periperalnya. BIOS melakukan
pengecekan integritas memori dan mencari instruksi pada? Master Boot Record
(MBR) yang terdapat pada floppy drive atau harddisk.
1.2
MBR menjalankan boot loader. Di linux, boot loader yang sering
dipakai adalah LILO (Linux Loader) dan GRUB (GRand Unified Boot loader). Pada
Red Hat dan Turunannya menggunakan GRUB sebagai boot loader.
1.3
LILO/GRUB akan membaca label sistem operasi yang kernelnya akan
dijalankan. Pada boot loader inilah sistem operasi mulai dipanggil. Untuk
mengkonfigurasi file grub, buka filenya di /boot/grub/grub.conf
1.4
Setelah itu, tanggung jawab untuk booting diserahkan ke kernel.
Setelah itu, kernel akan menampilkan versi dari kernel yang dipergunakan,
mengecek status SELinux, menegecek paritisi swap, mengecek memory, dan
sebagainya.
1.5
Kernel yang dipanggil oleh bootloader kemudian menjalankan
program init, yaitu proses yang menjadi dasar dari proses-proses yang lain. Ini
dikenal dengan nama The First Process. Proses ini mengacu pada script yang ada
di file /etc/rc.d/rc.sysinit.
1.6
Program init kemudian menentukan jenis runlevel yang terletak
pada file /etc/inittab. Berdasarkan pada run-level, script kemudian menjalankan
berbagai proses lain yang dibutuhkan oleh sistem sehingga sistem dapat
berfungsi dan digunakan. Runlevel adalah suatu parameter yang mengatur servis
yang akan dijalankan misalnya single user, reboot, shutdown, dan sebagainya.
Program yang mengatur runlevel ini adalah init yang terletak pada direktori
/etc/inittab.
Di file tersebut, dapat dilihat jenis-jenis runlevel. Ada 7
jenis runlevel yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan yang
selengkapnya dapat dilihat sebagai berikut:
0: sistem halt
1: Modus single user, untuk maintenance (backup/restore) dan
perbaikan
2: Multi user tanpa dukungan jaringan
3: Multiuser dengan dukungan jaringan baerbasis console (text)
4: Tidak digunakan
5: Multiuser dengan dukungan jaringan berbasis grafis
6: reboot
Selanjutnya ada system initialization. Skrip ini berhubungan
dengan setiap runlevel. Sebagai contoh, runlevel yang kita gunakan adalah
runlevel 3, maka skrip yang digunakan untuk menjalankan runlevel ini ada di
directory /etc/rc.d/rc3.d.
Selanjutnya di dalam file tersebut ada skrip seperti berikut:
id:3:initdefault:
pernyataan di atas menunjukkan bahwa ketika system booting, maka
sistem akan menggunakan runlevel 3 yaitu system akan menggunakan konsol teks.
Selanjutnya ada skrip yang seperti dibawah ini:
# Trap CTRL-ALT-DELETE
ca::ctrlaltdel:/sbin/shutdown -t3 -r now
Ini menjelaskan bahwa setelah penekanan tpombol CTRL-ALT-DELETE,
sistem akan tereboot setelah 3 detik.
Skrip selanjutnya berhubungan dengan penggunaan UPS
(Uninterruptible Power Supply). Jika kita mempunyai UPS? yang terhubungkan
dengan system kita dan listrik mati, maka UPS mengambil alih system kelistrikan
system computer. Tetapi UPS hanya bisa menjalankan computer dalam batas waktu
tertentu dan proses shutdown akan dimulai selama 2 menit dan memberitahukan
pengguna sebagai berikut:
pf::powerfail:/sbin/shutdown -f -h +2 "Power Failure;
System Shutting Down"
perintah ini tidak menjalankan fsck ketika reboot dan ketika
mematikan system.
Jika listrik kembali menyala sebelum shutdown dieksekusi, maka
perintah berikutnya untuk membatalkan shutdown:
pr:12345:powerokwait:/sbin/shutdown -c "Power Restored;
Shutdown Cancelled"
Skrip selanjutnya menjelaskan tentang virtual consoles. Virtual
consoles adalah baris perintah dimana kita bisa masuk ke system linux. Untuk
membuat virtual console yang baru cukup tekan ALT+F2 sampai ALT+F6. Untuk
mengkonfigurasi virtual console, maka kita cukup membuka file ini dan secara
asal, di file ini hanya tersedia 6 virtual consoles. Kita bisa menambahkan
sampai 12 virtual console di dalam system kita.
Skrip terakhir menunjukkan jika kita ingin merubah dari command
teks ke GUI. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menekan CTRL+ALT+x, dimana x
mewakili salah satu dari virtual consoles.
Jika semuanya berjalan normal, maka linux siap untuk proses
booting.
2.
Cara Kerja Komputer
Pengolahan data yang
menggunakan komputer sebagai medianya dikenal dengan istilah Electronic Data
Processing (EDP). Pengolahan data adalah suatu proses dimana sebuah data
diproses atau diubah ke dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti,
yaang berupa sebuah informasi.
Agar komputer dapat digunakan untuk mengolah sebuah data menjadi sebuah informasi, maka diperlukan sebuah sistem yang yang disebut sistem komputer. Sistem yang dimaksud disini terdiri atas elemen-elemen yang saling terhubung sehingga membentuk satu kesatuan yang dapat digunakan untuk melakukan tujuan pokok dari sistem tersebut.
Agar komputer dapat digunakan untuk mengolah sebuah data menjadi sebuah informasi, maka diperlukan sebuah sistem yang yang disebut sistem komputer. Sistem yang dimaksud disini terdiri atas elemen-elemen yang saling terhubung sehingga membentuk satu kesatuan yang dapat digunakan untuk melakukan tujuan pokok dari sistem tersebut.
2.1 Pemasukan (Input)
Tahap pemasukan (input) merupakan tahap awal
dari proses pengolahan yang terjadi pada sistem komputer. Tahap ini berupa
pemasukan data mentah ke dalam sistem komputer melalui input device. Contoh
dari peralatan masukan (input device) diantaranya, keyboard, mouse, scanner,
dll. Alat-alat inilah yang digunakan untuk memasukan data yang hendak diolah.
Seperti hal nya keyboard, difungsikan untuk memasukan huruf, angka, maupun
simbol-simbol lainnya ke dalam komputer yang selanjutnya akan diproses.
a. Keyboard
Keyboard merupakan
unit input yang paling penting dalam suatu pengolahan data dengan komputer.
Keyboard dapat berfungsi memasukkan huruf, angka, karakter khusus serta sebagai
media bagi user (pengguna) untuk melakukan perintah-perintah lainnya yang
diperlukan, seperti menyimpan file dan membuka file. Penciptaan keyboard
komputer berasal dari model mesin ketik yang diciptakan dan dipatentkan oleh
Christopher Latham pada tahun 1868, Dan pada tahun 1887 diproduksi dan
dipasarkan oleh perusahan Remington. Keyboard yang digunakanan sekarang ini
adalah jenis QWERTY, pada tahun 1973, keyboard ini diresmikan sebagai keyboard
standar ISO (International Standar Organization). Jumlah tombol pada keyboard
ini berjumlah 104 tuts. Keyboard sekarang yang kita kenal memiliki beberapa
jenis port, yaitu port serial, ps2, usb dan wireless.
Jenis-Jenis Keyboard :
1.) QWERTY
2.) DVORAK
3.) KLOCKENBERG
b. Mouse
Mouse adalah salah unit masukan (input
device). Fungsi alat ini adalah untuk perpindahan pointer atau kursor secara
cepat. Selain itu, dapat sebagai perintah praktis dan cepat dibanding dengan
keyboard. Mouse mulai digunakan secara maksimal sejak sistem operasi telah
berbasiskan GUI (Graphical User Interface). sinyal-sinyal listrik sebagai input
device mouse ini dihasilkan oleh bola kecil di dalam mouse, sesuai dengan
pergeseran atau pergerakannya. Sebagian besar mouse terdiri dari tiga tombol,
umumnya hanya dua tombol yang digunakan yaitu tombol kiri dan tombol kanan.
Saat ini mouse dilengkapi pula dengan tombol penggulung (scroll), dimana letak
tombol ini terletak ditengah. Istilah penekanan tombol kiri disebut dengan klik
(Click) dimana penekanan ini akan berfungsi bila mouse berada pada objek yang
ditunjuk, tetapi bila tidak berada pada objek yang ditunjuk penekanan ini akan
diabaikan. Selain itu terdapat pula istilah lainnya yang disebut dengan
menggeser (drag) yaitu menekan tombol kiri mouse tanpa melepaskannya dengan
sambil digeser. Drag ini akan mengakibatkan objek akan berpindah atau tersalin
ke objek lain dan kemungkinan lainnya. Penekanan tombol kiri mouse dua kali
secara cepat dan teratur disebut dengan klik ganda (double click) sedangkan
menekan tombol kanan mouse satu kali disebut dengan klik kanan (right
click)Mouse terdiri dari beberapa port yaitu mouse serial, mouse ps/2, usb dan
wireless.
c. DLL
2.2 Pemrosesan (Process)
Pada tahap ini, data yang telah dimasukan
melalui peralatan input tadi akan diproses. Tahap proses ini dilakukan oleh
processing device yaitu CPU. Yang mana CPU ini dapat melakukan fungsi
perhitungan dan logika untuk perbandingan (ALU) dan juga mengontrol (CU). Pada
tahap ini, data yang masih mentah tadi diproses sedemikian rupa sehingga data
tersebut siap dicetak menjadi informasi yang lebih bermanfaat. Perangkat dalam
proses :
1. Processor
2. RAM ( Random Acces
Memory )
3. Motherboard
4. VGA ( Video Graphic
Array )
2.3 Pengeluaran (Output)
Pada tahap ini, data yang tadinya telah
dimasukan melalui peralatan input, kemudian diproses oleh CPU akan bisa dicetak
apabila sudah siap. Pencetakan ini bisa berupa hardcopy dan juga softcopy. Hard
copy berarti menggunakan media fisik seperti kertas ataupun yang lainnya.
Softcopy berarti menampilkan gambar visual melalui monitor ataupun projektor.
Yang termasuk dalam peralatan output disini adalah, monitor, projector,
printer, dll.
2.4 Penyimpanan (Storage)
Tahap ini merupakan proses perekaman hasil
pengolahan ke alat penyimpan (storage device) dan dapat dipergunakan kembali
sebagai input untuk proses selanjutnya. Jadi, data mentah yang telah diproses
tadi dapat disimpan pada media penyimpanan (Storage device) agar nantinya bisa
digunakan kembali sewaktu-waktu apabila ingin mencetak data tersebut.
Pada gambar terlihat dua anak panah yang saling
berlawanan arahnya, ini menunjukan bahwa data dapat disimpan dan diambil
kembali jika dibutuhkan untuk keperluan pengolahan data.
Sebenarnya, pengolahan data ini tidaklah
memiliki ujungnya. Terbukti, dari informasi yang didapat dari data yang diolah
sebelumnya, masih bisa dikembangkan lagi menjadi sebuah informasi yang lebih
bermanfaat lagi. Perangakat dalam Storage :
1. Disket
2. Hardisk
3. Flashdisk
4. CD-ROM
5. Optical Disk
6. SSD
7. Magnetic Tape
8. Cartridge
2.5 CPU (Central
Processing Unit)
Central processing
unit (CPU) dari sebuah komputer adalah bagian dari hardware yang melaksanakan
instruksi dari program komputer. Ia melakukan aritmatika, logis, dan operasi
input / output dasar dari sebuah sistem komputer. CPU adalah seperti otak dari
komputer – setiap instruksi, tidak peduli seberapa sederhana, harus melalui
CPU. Jadi katakanlah Anda menekan huruf ‘k’ pada keyboard Anda dan muncul di
layar – CPU komputer Anda adalah apa yang membuat ini mungkin. CPU
kadang-kadang disebut sebagai unit pusat prosesor, atau prosesor untuk
singkatnya. Jadi, ketika Anda melihat spesifikasi komputer di toko elektronik
lokal Anda, biasanya mengacu pada CPU sebagai prosesor.
Ketika kita mulai
melihat berbagai komponen CPU dan bagaimana mereka berfungsi, ingat bahwa itu
adalah semua tentang kecepatan. Ketika kita menggunakan komputer kita ingin
perintah untuk dilakukan sangat cepat. Ketika perintah menjadi lebih rumit
(misalnya, menciptakan animasi 3D atau mengedit file video), kita menuntut
lebih banyak dari CPU. Dengan demikian, kemajuan teknologi yang telah kita
lihat dalam teknologi prosesor sebagian besar telah didorong oleh kebutuhan
untuk kecepatan.
2.6 ALU (Arithmatic
Logical Unit)
Arithmatic Logical
Unit (ALU), adalah komponen dalam sistem komputer yang berfungsi melakukan
operasi perhitungan aritmatika dan logika (Contoh operasi aritmatika adalah
operasi penjumlahan dan pengurangan, sedangkan contoh operasi logika adalah
logika AND dan OR. ALU bekerja besama-sama memori, di mana hasil dari
perhitungan di dalam ALU di simpan ke dalam memori. Adapun alur proses dari ALU
yang ditunjukan oleh gambar dibawah ini:
Perhitungan dalam ALU
menggunakan kode biner, yang merepresentasikan instruksi yang akan dieksekusi
(opcode) dan data yang diolah (operand). ALU biasanya menggunakan sistem
bilangan biner two’s complement. ALU mendapat data dari register. Kemudian data
tersebut diproses dan hasilnya akan disimpan dalam register tersendiri yaitu
ALU output register, sebelum disimpan dalam memori. Processor terdiri dari 4 elemen yang melakukan sistem operasi
terhadap data, 4 elemen itu adalah instruksi, petunjuk instruksi, beberapa
register dan ALU (Arithmetic Logic Unit). Adalah sebuah petunjuk instruksi akan
memberi tahu processor dimana instruksi dari sebuah aplikasi diletakkan di
memori.
Penjelasan Cara
processor melakukan tugas :
Penunjuk instruksi
mengarahkan fetch instruksi ke sebuah spot di memori yang menampung sebuah
instruksi. Fetch kemudian membaca instruksi tersebut dan memberikannya ke
dekoder instruksi, kemudian mengamati instruksi tersebut dan menentukan langkah
selanjutnya untuk melengkapi instruksi tersebut. Kemudian ALU mengerjakan
perintah yang diminta instruksi seperti : menambah data, membagi data, atau
memanipulasi data yang ada. Setelah itu processor akan menerjemahkan dan mengerjakan
instruksi, unit kontrol memberitahukan fetch instruksi untuk menangkap
instruksi berikutnya di memori. Proses akan ini berlangsung terus menerus, dari
satu instruksi ke instruksi berikutnya, dalam suatu langkah yang rumit, untuk
menciptakan hasil yang diingikan dan dapat dilihat di monitor. Untuk meyakinkan
semua itu berjalan dalam satu kesatuan waktu, bagian itu memerlukan suatu clock
generator. Clock generator meregulasi setiap langkah yang dikerjakan processor.
Seperti sebuah metronome, sebuah clock generator mengirim pulsa-pulsa elektrik
untuk menentukan langkah yang harus dikerjakan processor. Pulsa tersebut diukur
dalam jutaan langkah per detik, atau megahertz, yang dikenal sebagai ukuran
kecepatan processor. Semakin banyak pulsa dibuat, semakin cepat kerja
processor.
Untuk meningkatkan
kinerja komputer, pembuat chip processor menempatkan sebuah Arithmetic Logic
Unit (ALU) di dalam processor. Secara teoritis ini berarti pemrosesan dapat
dilakukan dua kali lebih cepat dalam satu langkah. Sebagai tambahan multiple
ALU, kemudian diintegrasikan Floating Point Unit ke dalam processor. FPU ini
menangani angka dari yang paling besar hingga yang paling kecil (yang memiliki
banyak angka di belakang koma). Sementara FPU menangani kalkulasi semacam itu,
ALU menjadi bebas untuk melakukan tugas lain dalam waktu yang bersamaan, untuk
meningkatkan kinerja. Processor menambah kecepatan pemrosesan instruksi dengan
melakukan pipelining instruksi, atau menjalankan instruksi secara paralel satu
dengan yang lainnya. Eksekusi dari sebuah instruksi memerlukan langkah yang
terpisah, contoh : fetching dan dekoding sebuah instruksi. Processor harus
menyelesaikan sebuah instruksi secara keseluruhan sebelum melanjutkan ke
instruksi berikutnya. Sekarang sirkuit yang berbeda menangani langkah yang
terpisah tersebut. Begitu sebuah instruksi telah selesai dalam satu langkah
untuk dilanjutkan ke langkah berikutnya, transistor yang mengerjakan langkah
pertama bebas untuk mengerjakan instruksi berikutnya, sehingga akan mempercepat
kerja pemrosesan. Sebagai tambahan untuk meningkatkan kinerja processor adalah
dengan memprediksi cabang-cabang instruksi, yaitu memperkirakan lompatan yang
akan dilakukan sebuah program dapat dilakukan; eksekusi secara spekulatif,
yaitu mengeksekusi cabang instruksi yang ada di dapat; dan penyelesaian tanpa
mengikuti urutan, yakni kemampuan untuk menyelesaikan sebuah seri instruksi
tidak berdasarkan urutan normal.
2.7 BUS (Sistem Bus)
Bus adalah Jalur komunikasi yang dibagi pemakai Suatu set kabel
tunggal ,digunakan untuk menghubungkan berbagai subsistem. Karakteristik
penting sebuah bus adalah bus merupakan media transmisi yang dapat digunakan
bersama. Sejumlah perangkat yang terhubung ke bus dan suatu sinyal yang
ditransmisikan oleh salah satu perangkat ini dapat ditermia oleh salah satu
perangkat yang terhubung ke bus.Bila 2 buah perangkat melakukan transmisi dalam
waktu yang bersamaan, maka sinyal-sinyalnya akan bertumpang tindih dan menjadi
rusak. Dengan demikain, hanya sebuah perangkat saja yang akan berhasil
melakukan transimi pada suatu saat tertentu. Sistem komputer terdiri dari
sejumlah bus yang berlainan yang menyediakan jalan antara dua buah komponen
pada bermacam-macam tingkatan hirarki sistem komputer. Suatu Komputer tersusun
dari beberapa komponen penting seperti CPU, memori, perangkat Input/Output.
setiap computer saling berhubungan membentuk kesatuan fungsi. Sistem bus
adalah sebagai penghubung bagi
keseluruhan komponen komputer dalam menjalankan tugasnya. Transfer data antar
komponen komputer sangatlah mendominasi kerja suatu computer. Data atau program
yang tersimpan dalam memori dapat diakses dan dieksekusi CPU melalui perantara
bus, begitu juga kita dapat melihat hasil eksekusi melalui monitor juga
menggunakan sistem bus. Pada sistem komputer yang lebih modern, arsitektur
komputernya akan lebih kompleks, sehingga dapat untuk
meningkatkan performa, digunakan
beberapa buah bus. Tiap bus merupakan jalur data antara beberapa device yang
berbeda. Dengan cara ini RAM, Prosesor, GPU (VGA AGP) dihubungkan oleh bus
utama berkecepatan tinggi yang lebih dikenal dengan nama FSB (Front Side Bus) .
Sementara perangkat lain yang lebih lambat dihubungkan oleh bus yang
berkecepatan lebih rendah yang terhubung dengan bus lain yang lebih cepat
sampai ke bus utama. Untuk komunikasi antar bus ini digunakan sebuah bridge.
Karakteristik Bus adalah :
1. Jumlah Interupsi
Menentukan banyak perangkat independen yang melakukan I/O.
2. Ukuran bus data
eksteral berakibat pada kecepatan operasional I/O.
3. Ukuran bus alamat
menentukan banyak memori yang ditunjuk board ekspansi.
4. Kecepatan clock
maksimum yang dapat diakomadasi bus berakibat pada kinerja.
Struktur Bus
Sebuah bus
sistem terdiri dari 50 hingga 100 saluran yang terpisah. Masing-masing saluran
ditandai dengan arti dan fungsi khusus. Walaupun terdapat sejumlah rancangan
bus yang berlainan, fungsi saluran bus dapat diklasifikasikan menjadi tiga
kelompok, yaitu saluran data, saluran alamat, dan saluran kontrol. Selain itu,
terdapat pula saluran distribusi daya yang memberikan kebutuhan daya bagi modul
yang terhubung.
Interkoneksi Bus.
1. Bus Data
Jalur data yang dilalu informasi ke dan dari mikroprosesor data bus. Adalah jalur‐jalur perpindahan data antar modul dalam
sistem komputer. Karena pada suatu saat tertentu masing‐masing saluran hanya dapat membawa 1 bit data,
maka jumlah saluran menentukan jumlah bit yang dapat ditransfer pada suatu
saat. Lebar data bus ini menentukan kinerja sistem secara keseluruhan.
Misalnya, bila bus data lebarnya 8 bit, dan setiap instruksi panjangnya 16 bit,
maka CPU harus dua kali mengakses modul memori dalam setiap siklus
instruksinya. Sifatnya bidirectional, artinya CPU dapat membaca dan menirma
data melalui data bus ini. Data bus biasanya terdiri atas 8, 16, 32, atau 64
jalur paralel, jumlah saluran diartikan dengan lebar bus data.
2. Address Bus
Digunakan untuk menandakan lokasi sumber ataupun tujuan pada
proses transfer data. Pada jalur ini, CPU akan mengirimkan alamat memori yang
akan ditulis atau dibaca. Misalnya, bila CPU akan membaca sebuah word data dari
memori, maka CPU akan menaruh alamat word yang dimaksud pada saluran alamat.
Lebar bus alamat akan menentukan kapasitas memori maksimum sistem. Address bus
biasanya terdiri atas 16, 20, 24, atau 32 jalur paralel. Lebar bus alamat akan
menentukan kapasitas memori maksimum sistem. Selain itu, umumnya saluran alamat
juga dipakai untuk mengalamati port-port input/outoput.
3. Control Bus
Digunakan untuk mengontrol penggunaan serta akses ke Data Bus
dan Address Bus. Karena data dan saluran alamat dipakai bersama oleh seluruh
komponen, maka harus ada alat untuk mengontrol penggunaannya. Sinyal-sinyal
kontrol melakukan transmisi baik perintah maupun informasi pewaktuan diantara
modul-modul sistem. Sinyal-sinyal pewaktuan menunjukkan validitas data dan
informasi alamat. Sinyal-sinyal perintah mespesifikasikan operasi-operasi yang
akan dibentuk. Umumnya saluran kontrol meliputi : memory write, memory read,
I/O write, I/O read. Terdiri atas 4 samapai 10 jalur paralel.
2.8
Memory
Memori merupakan bagian dari komputer yang berfungsi sebagai
tempat penyimpanan informasi yang harus diatur dan dijaga sebaik-baiknya.
Memori biasanya disebut juga dengan istilah : computer storage, computer memory
atau memory, merupakan piranti komputer yang digunakan sebagai media penyimpan
data dan informasi saat menggunakan komputer. Memory merupakan bagian yang
penting dalam komputer modern dan letaknya di dalam CPU (Central Processing
Unit). Sebagian besar komputer memiliki hirarki memori yang terdiri atas tiga
level, yaitu:
physical Register di CPU, berada di level teratas. Informasi
yang berada di register dapat diakses dalam satu clock cycle CPU.
Primary Memory (executable memory), berada di level tengah.
Contohnya, RAM. Primary Memory diukur dengan satu byte dalam satu waktu, secara
relatif dapat diakses dengan cepat, dan bersifat volatile (informasi bisa
hilang ketika komputer dimatikan). CPU mengakses memori ini dengan instruksi
single load dan store dalam beberapa clock cycle.
Secondary Memory, berada di level bawah. Contohnya, disk atau
tape. Secondary Memory diukur sebagai kumpulan dari bytes (block of bytes),
waktu aksesnya lambat, dan bersifat non-volatile (informasi tetap tersimpan
ketika komputer dimatikan). Memori ini diterapkan di storage device, jadi akses
meliputi aksi oleh driver dan device.
JENIS MEMORI (MEDIA PENYIMPANAN)
Memori merupakan media penyimpanan data pada komputer, yang mana
media penyimpanan data dalam computer dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
A. MEMORI INTERNAL
Memori jenis ini dapat diakses secara langsung oleh prosesor.
Memori internal memiliki fungsi sebagai pengingat. Dalam hal ini yang disimpan
di dalam memori utama dapat berupa data atau program. Memori biasa terbagi
dibedakan menjadi dua macam: ROM dan RAM. Selain itu, terdapat pula memori yang
disebut CACHE MEMORI, CMOS, DRAM, SDRAM, DIMM.
1.
ROM (Read-Only-Memory a.k.a firmware)
Adalah jenis memori yang isinya tidak hilang ketika tidak
mendapat aliran listrik dan pada awalnya isinya hanya bisa dibaca. ROM pada
komputer disediakan oleh vendor komputer dan berisi program atau data. Di dalam
PC, ROM biasa disebut BIOS (Basic Input/Output System) atau ROM-BIOS.
2.
CMOS (Compmentary Meta-Oxyde Semiconductor).
Adalah jenis cip yang memerlukan daya listrik dari baterai. Cip
ini berisi memori 64-byte yang isinya dapat diganti. Pada CMOS inilah berbagai
pengaturan dasar komputer dilakukan, misalnya peranti yang digunakan untuk
memuat sistem operasi dan termasuk pula tanggal dan jam sistem. CMOS merupukan
bagian dari ROM.
3.
RAM (Random-Access Memory).
Adalah jenis memori yang isinya dapat diganti-ganti selama
komputer dihidupkan dan bersifat volatile. Selain itu, RAM mempunyai sifat
yakni dapat menyimpan dan mengambil data dengan sangat cepat.
4.
DRAM (Dynamic RAM).
Adalah jenis RAM yang secara berkala harus disegarkan oleh CPU
agar data yang terkandung di dalamnya tidak hilang. DRAM merupakan salah satu
tipe RAM yang terdapat dalam PC.
5.
SDRAM (Sychronous Dynamic RAM).
Adalah jenis RAM yang merupakan kelanjutan dari DRAM namun telah
disnkronisasi oleh clock sistem dan memiliki kecepatan lebih tinggi daripada
DRAM. Cocok untuk sistem dengan bus yang memiliki kecepatan sampai 100 MHz.
6.
DIMM (dual in-line memory module)
Berkapasitas 168 pin, kedua belah modul memori ini aktif, setiap
permukaan adalah 84 pin. Ini berbeda daripada SIMM yang hanya berfungsi pada
sebelah modul saja. Mensuport 64 bit penghantaran data. SDRAM (synchronous
DRAM) menggunakan DIMM. Merupakan penganti dari DRAM, FPM (fast page memory)
dan EDO. SDRAM pengatur (synchronizes) memori supaya sama dengan CPU clock
untuk pemindahan data yang lebih cepat. Terdapat dalam dua kecepatan yaitu
100MHz (PC100) dan 133MHz (PC133). DIMM 168 PIN. DIMM adalah jenis RAM yang
terdapat di pasaran.
7.
CACHE MEMORY.
Memori berkapasitas terbatas, memori ini berkecepatan tinggi dan
lebih mahal dibandingkan memory utama. Berada diantara memori utama dan
register pemroses, berfungsi agar pemroses tidak langsung mengacu kepada memori
utama tetapi di cache memory yang kecepatan aksesnya yang lebih tinggi, metode
menggunakan cache memory ini akan meningkatkan kinerja sistem. Cache memory
adalah tipe RAM tercepat yang ada, dan digunakan oleh CPU, hard drive, dan
beberapa komponen lainnya.
B. MEMORI EKSTERNAL
Merupakan memori tambahan yang berfungsi untuk menyimpan data
atau program.Contoh: Hardisk, Floppy Disk dll. Hubungan antara Chace Memori,
Memori Utama dan Konsep dasar memori eksternal adalah : Menyimpan data bersifat
tetap (non volatile), baik pada saat komputer aktif atau tidak. Memori
eksternal biasa disebut juga memori eksternal yaitu perangkat keras untuk
melakukan operasi penulisan, pembacaan dan penyimpanan data, di luar memori
utama. Memori eksternal mempunyai dua tujuan utama yaitu sebagai penyimpan
permanen untuk membantu fungsi RAM dan yang untuk mendapatkan memori murah yang
berkapasitas tinggi bagi penggunaan jangka panjang.
2.9
Register
Register adalah sebagian kecil memori komputer yang dipakai
untuk tempat penampungan data dengan
ketentuan bahwa data yang terdapat dalam register dapat diproses dalam berbagai
operasi dengan melihat berapa besar kemampuan menampung register tersebut.
Register dapat dibagi dalam 5 golongan, yaitu::
1. General Purpose Register (Scratch-Pad Register), terdiri dari:
AX (AH + AL) = Accumulator Register
BX (BH + BL) = Basis Register
CX (CH + CL) = Counter Register
DX (DH + DL) = Data Register
2. Segmen Register
CS = Code Segmen Register
DS = Data Segmen Register
SS = Stack Segmen Register
ES = Segmen Ekstra Daftar
3. Pointer Register
IP = Instruction Pointer Register
SP = Stack Pointer Register
BP = Basis Pointer Register
4. Indeks Pendaftaran
SI = Source Indeks Register
DI = Destination Indeks Register
5. Flag Register
sumber :
www.catatanlepas.com/component/content/article/
http://www.pintarkomputer.com/2014/10/penjelasan-lengkap-tentang-cara-kerja-sistem-komputer.html
http://www.didik16.com/2014/12/komponen-perangkat-input-proses-output.html
https://reddevil2893.wordpress.com/2013/12/05/pengertian-alu-arithmetic-logical-unit-dan-sitem-bus/
http://com-xerocool.blogspot.co.id/2012/01/pengertian-memori.html
http://life-blogdz.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-register.html


