Breaking News

Selasa, 09 Februari 2016

Contoh Cerita Cinta Sedih

Kasih Yang Tertunda


Gulungan air yang bergantian menerjang tepian. Sapuan ombak, hembusan angin bersatu padu membuat gemuruh. Pinggiran pantai seketika riuh. Lautan manusia berbondong-bondong bagai ayam berebut makan. Tapi tidak dengan mereka berdua duduk berdua diatas butiran pasir. Layaknya pasangan yang sudah lama meniti waktu demi waktu. Hembusan angin menghampiri mereka seketika membuat suasana berubah romantis.
          Sinar mentari menghangatkan suasana. Tapi mereka tetap bersama, bagaikan pasangan yang sudah bersama sekian lama, padahal baru bersama. Semua itu terjadi satu bulan yang lalu ketika ada acara reuni SMA. Reza dan Naila dulu satu sekolah namun keduanya berbeda kelas. Reza adalah murid XII IPA 1 dan Naila di kelas XII bahasa 2. Reza dulu pernah suka pada Naila tapi mereka tidak saling kenal. Ketertarikan Reza pada Naila bermula ketika sekolah mengadakan Class Meeting. Reza melihat Naila untuk pertama kali dan entah kenapa hati Reza suka pada Naila. Seiring berjalannya waktu sekolah sudah memasuki masa lulusan dan perasaan Reza pada Naila tak kunjung juga terucap. Dan semuanya pergi, Naila memutuskan untuk meneruskan kuliah di luar negeri dan Reza tetap berada di dalam negeri untuk melanjutkan sekolahnya. Dan Reza pun terpaksa harus mengubur perasaannya pada Naila.
          Dan waktu pun berlalu, dan kini semua seperti direncanakan. Naila yang bertepatan dengan liburan kuliah memutuskan untuk pulang ke indonesia. Dan entah kenapa bertepatan pula dengan sekolah mengadakan reuni.
“ Bagi alumni SMA Perjuangan,
Lulusan tahun 2009 diundang untuk menghadiri acara reuni”
Begitu yang ditulis oleh panitia. Dan Reza pun membaca info itu dari BBM miliknya.
“Mudah-mudahan ada Naila” begitu angan Reza dalam hatinya.
          Ketika hari yang ditunggu oleh Reza datang. Reza pun menghadiri acara reuni tersebut dengan harapan dapat bertemu dengan Naila. Reza pun begitu akrab dan bersalaman dengan teman-teman lamanya dan mengobrol.
“ Nabila, Naila datang nggak.?” Tanya Reza kepada Nabila. Nabila adalah teman kecilnya Reza dan mereka sudah akrab sejak kecil. Dan Nabila juga teman akrabnya Naila waktu SMA karena Nabila dulu satu kelas dengan Naila.
“Ciyee, kenapa lu mau ungkapin perasaan lu ya.? “ Reza dulu sering cerita pada Nabila bahwa dia suka pada Naila. Jadi Nabila tahu kenapa Reza mencari Naila.
“Apaan sih lu”
“Itu tu Naila ada diujung ruangan “ jawab Nabila.
“Thanks ya, Nab !”
“hemm dasar lu”
Reza pun menghampiri Naila diujung ruangan. Dengan perasaan malu dan gugup dia beranikan diri. Sepertinya kali ini Dia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan.
“Hai, Naila ya? Apa kabar?”
“iya benar, Alhamdulilah baik ! “ jawab Naila.
“Gua dulu yang sering diceritain Nabila, masih ingat gak?” tanya Reza pada Naila dengan perasaan gugup.
“Emmm, owhh kamu yang namanya Reza?” jawab Naila pada Reza dengan nada terkejut.
“Iya bener “
Mereka pun mengobrol lama dan mereka saling bercanda dan tertawa dengan pembicaraan waktu SMA dulu. Di sela-sela pembicaraan mereka pun saling bertukar nomor pin. Mereka seperti sahabat akrab yang sudah lama bersama. Waktu berjalan begitu cepat sehinga acara reuni itu pun berakhir. Mereka berdua pun harus berpisah pula. Seiring dengan akhirnya acara reuni tersebut tapi malah menjadi awal cerita mereka berdua.
“from : Reza
          Nanti jam 9 gua jemput lu, gue mau ajak lu ke pantai
                   GPL Nai “ Pesan BBM Reza pada Naila.
“Nyebelin banget sih Reza, ajak-ajak pergi tapi nggak diobrolin dulu denganku”  gerutu Naila pada pesan Reza yang seenaknya sendiri. Semenjak acara reuni berakhir mereka sering BBM-an dan sering keluar bersama. Mereka sudah seperti sepasang kekasih. Tetapi, beda dengan pertemuan kali ini. Karena hari ini adalah 3 hari sebelum Naila berangkat ke keluar negeri untuk melanjutkan kuliahnya. Dan Reza ingin bersama Naila seharian di pantai untuk terakhir kalinya sebelum Naila berangkat.
          “brum mbrumm” suara motor Reza yang sudah datang di depan rumah Naila. Dan Naila pun sudah menunggunya sejak 5 menit yang lalu.
“lama banget sih lu?” tanya Naila pada Reza.
“Yeee ini kan jam 9 tepat, jadi ini sesuai janji gue kan ?”
“iya sih, tapi gue udah nunguin lu lama disini” keluh Naila pada Reza yang sebenarnya sudah menunggu baru 5 menit.
“iya iya maaf.!! Ya udah naik gih” jawab Reza pada Naila, Reza paling tidak suka kalau Naila sedih dan cemberut. Dan Naila sering Reza semacam itu. Karena Naila suka wajah Reza yang merasa bersalah.
“Ya udah jangan diulangi lagi” jawab Naila.
Mereka pergi bersama mengendarai motor matic. Sepanjang perjalanan mereka tertawa bersama layaknSepanjang perjalanan mereka tertawa bersama layaknya kekasih. Dan Reza hingga kini belum bercerita tentang perasaannya pada Naila.
          Di pantai mereka duduk berdua di pinggir pantai dengan mendengarkan lagu dari HP. Tiba-tiba Reza membuka jaketnya dan dipakaikan pada Naila karena Naila terlihat kepanasan.
“ Apaan sih Rez?”
“udah deh nggak bisa disembunyiin tau”
“emang kenapa aku?” Tanya Naila sambil merasa kepanasan.
“Kepanasan kan elu, makanya gue pakein jaket” jawab Reza.
“Nah, terus lu pake apa? Kan ini panas” Tepis Naila.
“Gpp aku, lu kan cewek kasian kalau kepanasan nanti sakit lagi”
“Aku gpp kok” tepis Naila lagi.
“Nanti kalau sakit siapa yang repot, gue kan ? pakai aja lah” Jawab Reza untuk menyakinkan Naila.
“Makasih ya Rez “  Jawab Naila.
“hemmm “Jawab Reza yang terdengar angkuh.
          Mentari mulai mengusik dengan sinarnya. Tapi mereka tetap bersama bagai pasangan yang tak akan ketemu lagi. Mereka mulai mengangkat kaki berjalan bersama menantang ombak berlari bersama, tertawa bersama. Sampai pada akhirnya Naila menantang Reza untuk menggendongnya.
“lu kuat gak ?” Tanya Naila.
“Kenapa? Gue kuat, lu gue gendong aja gua kuat kok”
“Beneran gue berat loo “ jawab Naila.
“Kayak apa sih beratnya cewek resek kayak lu?”
“Ya udah kalo emang kuat coba gendong gue” tantang Naila.
Reza pun menggendong Naila, padahal Reza sedikit merasa keberatan waktu menggendong Naila yang berat badannya 10 kg melebihi berat badan Reza. Reza pun berlari ke tengah pantai sambil menggendong Naila. Dan gulungan ombak mengenai tubuh mereka berdua. Akhirnya kaki Reza pun basah dan Naila pun masih menempel di punggung Reza.
“Turunin gue Reza” pinta Naila.
“Gak akan, hehe” jawab Reza karena puas ngerjain Naila yang sebenarnya takut dengan ombak.
“Turunin Reza!!” sambil megang erat Reza, Naila ketakukan karena dikerjai Reza.
“Berat banget sih lu” akhirnya Reza menurunkan Naila yang sedang ketakutan.

          Mereka berjalan beriringan dipnggir pantai sambil bercanda dan tertawa. Hingga lama mereka dipantai, Reza pun belum mengungkapkan perasaannya. Padahal Naila tiga hari lagi berangkat keluar negeri. Enam jam mereka bersama di pantai, akhirnya mereka memutuskann untuk pulang. Berjalan perlahan beriringan, tangan mereka mulai bersentuhan. Bagaikan seseorang yang telah menemukan bagian dari tulang rusuknya. Gemuruh di dada Reza semakin mengeras. Tak hiraukan lautan manusia melihat mereka tetap berpegangan tangan, bagai tak ingin kehilangan satu sama lain. Mereka berjalan perlahan bersama. Terasa sebentar mereka bersama, tetapi waktu telah berbicara. Memberi pesan untuk segera pergi. Dengan perginya mereka dari pantai. Maka Naila pun pergi keluar negeri tanpa satu pun kata dari perasaan Reza yang terucap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alrights Reserved Copyright, 2016